4 star (from 1 people)
110 views | 1 Likes
Pengkang & Sambal Kepah: Perpaduan Rasa Gurih dan Pedas yang Sangat Menggoda
Pontianak, Kalimantan Barat, Indonesia
Category: halal


Posted on 04 October 2018, 15:06:59
Tourist
Location on Google Maps
Pondok Pengkang Peniti
Raya River, Kubu Raya Regency, West Kalimantan, Indonesia
Culinary Detail

Hai guys, udah nonton Film Aruna dan Lidahnya belum? Film yang dimainkan oleh Dian Sastro, Nicholas Saputra dan Hanna Al Rasyid ini memang lagi banyak dibahas oleh beberapa orang. Kenapa? Karena film ini memang unik ceritanya dengan mengangkat beberapa kuliner yang ada di Nusantara, salah satunya di Pontianak ini. Sebagai orang Pontianak, saya merasa cukup bangga karena salah satu kuliner di kota ini berhasil diangkat di film tesebut dan jadi bikin banyak orang penasaran. Tapi sekarang, saya lagi ngga mau bahas soal cerita di filmnya, karena biar ngga spoiler. Saya mau bahas salah satu kuliner yang ada di film Aruna dan lidahnya, yaitu Pengkang.

Video by BERBURU KULINER !!!

Mungkin sebelumnya banyak orang yang bingung bahkan ngga pernah denger nama Pengkang sebelumnya. Tapi setelah adanya film ini, Pengkang menjadi banyak yang tahu dan jadi jajanan yang lumayan banyak peminatnya. Sebenernya, pengkang ini merupakan salah satu jajanan favorit saya dari kecil, dimana setiap ada acara penting di keluarga, nenek saya selalu buatin pengkang ini untuk keluarga.

Pengkang ini adalah sejenis jajanan, mungkin kalo di Jawa kalian kenalnya dengan lemper. Bisa dibilang sih pengkang ini lempernya orang Kalimantan. Bedanya pengkang ini punya ukuran yang lebih kecil dan bentuknya kerucut lalu diikat dengan dua bilah potongan bambu. Namun, meskipun ukurannya kecil tapi cukup mengenyangkan.

Pengkang berasal dari Desa Peniti Kecamatan Siantan, tapatnya di Jalan Raya Pontianak-Singkawang. Hingga saat ini pun di Desa Peniti juga masih terdapat banyak sekali pondok makan yang menjual Pengkang, tapi yang paling terkenal adalah rumah makan Pondok Pengkang yang konon sudah berdiri sejak tahun 1934. 

Pengkang dibuat dengan menggunakan bahan utama beras ketan atau biasnaya masyarakat Kalimantan Barat menyebutnya beras pulut yang telah dimasak dengan santan. Setelah itu diisi ebi kering atau sejenis udang kecil yang disangrai lalu dibungkus daun pisang yang dibentuk kerucut. Setelah dibentuk menjadi kerucut, pengkang dijepit dengan sebilah bambu yang dipotong kecil-kecil dan dipasang dengan cara menjepit kedua sisi pengkang dandiikat ujungnya. Setelah diikat, pengkang diolesi dengan sedikit minyak dan dibakar diatas api yang baranya berasal dari tempurung kelapa, jadi aromanya khas.

Pengkang biasanya disajikan bersama dengan sambal kepah khas Melayu. Buat kalian yang belum tahu, sambal kepah ini merupakan sambal yang dibuat dari sejenis kerang yang hidup di kawasan mangrove. Rasa pedas dan manis berpadu dengan gurihnya kepah. Biasanya pengkang disuguhkan sebagai camilan ketika minum teh atau kopi. Katanya sih, dulunya pengkang ini sering dijadikan sebagai bekal orang-orang yang berburu ke hutan, berkebun dan berladang karena cukup praktis. Harga pengkang ini ngga mahal kok guys, kisaran antara Rp 15.000 - Rp 20.000 aja. 


Citarasa beras ketan yang gurih dan isi udang ebi kering yang manis plus aroma daun pisang yang dibakar tentunya menggugah selera siapapun buat mencicipi kudapan khas Kalimantan Barat ini. Paduan gurihnya pengkang yang dicocol bersama legitnya pedas sambal kepah menjadikan makanan ini wajib hukumnya untuk kalian coba saat traveling ke Pontianak. Sekarang, ngga cuma di Desa Peniti aja kalian bisa nikmati pengkang ini, tapi juga di seluruh rumah makan di Kalimantan Barat menjual pengkang ini. Tapi, kalo kalian pengen nyobain pengkang yang khas dengan rasa yang lebih autentik, saya saranin sih buat dateng langsung aja ke Desa Peniti.


Gallery (6)
Paradise post(s) that might interest you

Culinary post(s) that might interest you

Comments (2)